Search

Search This Blog

Tuesday, September 7, 2010

OMah Mode Belanja dan Jalan-Jalan

 Omah Mode Belanja dan Jalan-Jalan


Minggu yang cerah di kota Kudus tentu enak buat jalan-jalan bersama keluarga. Bagi anda yang belum punya tempat tujuan untuk jalan-jalan minggu ini mungkin bisa menjadikan "Omah Mode" sebagai alternatif untuk mengisi liburan minggu ini. Berdiri di jalan Ahmad Yani no 38 Kudus, Omah Mode yang di bangun pada tahun 1836 merupakan salah satu bangunan tua peninggalan pemerintah kolonial belanda. 

Bangunan yang dulunya merupakan tempat pemerahan susu OIB dari keluarga "Ong Eng Bouw" yang kini setelah dimiliki oleh keturunannya ibu Listya Sentoso Raharjo, telah di rubah fungsinya menjadi sebuah FO "Factory Outlet" sekaligus Resto Phuket yang menyajikan masakan-masakan Thailand. Di samping itu "Omah Mode" juga di lengkapi dengan fasilitas kolam renang yang berada di samping Resto dengan luas 2000 meter persegi, menjadikan "Omah Mode" dapat menjadi alternatif tujuan berlibur keluarga. Bahkan rencana kedepan juga akan di bangun sebuah penginapan. 

Meskipun "Omah Mode" sudah di renovasi dan berubah fungsi, tetapi "Renovasi yang dilakukan tidak boleh mengubah bentuk asli dari "Omah Mode" itu sendiri" Kata Alfian, manajer dari Omah Mode. Hal ini dikarenakan omah mode merupakan salah satu bangunan yang masuk dalam situs Cagar Budaya yang harus lindungi.

PasaR Kliwon Kudus (Pusat Grosir)

Pasar Kliwon Kudus (Pusat Grosir)



Kudus, Pasar Kliwon merupakan pasar terbesar di Kota Kudus. Di namakan pasar kliwon karena dulu pertama kali pasar ini hanya buka pada hari kliwon saja (penanggalan jawa). Tetapi sekarang karena sudah ramai dan menjadi pasar terbesar di Kota kudus bahkan di Karisidenan Pati maka pasar ini kemudian buka setiap hari. 

Pasar yang di renovasi menjadi bangunan tiga lantai setelah mengalami kebakaran pada tahun 1996 ini merupakan pusat grosir textil dan konveksi terbesar se-karisidenan pati. Terdiri dari 2.355 kios yang 75 % nya merupakan kios grosir konveksi dan tekstil ini, di akui paling murah di tingkat Karisidenan pati bahkan mungkin jawa tengah, kata bapak haji hartono yang kami temui di kantornya.

Tidak sedikit para pedagang dari luar jawa yang mengambil dagangannya di Pasar Kliwon ini. “Seperti dari Kalimantan, Madura, terutama dari Maluku mereka mengambil barangnya di sini”.

Dengan perputaran uang yang mencapai 1.5 Milyar perhari dan menyerap tenaga kerja sekita 2.800 orang, Pasar Kliwon bisa menyumbangkan dana ke khas daerah dari pendapatan pajak secara keseluruhan sekitar 5.5 juta per harinya.

Disamping sebagai pusat grosir tekstil dan konveksi di pasar ini kita juga bisa menikmati berbagi masakan khas kudus. Dari soto kudus, nasi pindang, lentog tanjung sampai kuliner minuman seperti es dawet dan lain sebagainya.

Disamping itu pasar kliwon juga merupakan barometer peningkatan perekonomian masyarakat Kudus dan sekitarnya. Dengan melihat ramai tidaknya Pasar Kliwon kita bisa melihat perekonomian di Kota Kudus dan Sekitarnya. Jika Pasar ini ramai berarti berarti ekonomi warga masyarakat sekitar kudus secara umum relatif bagus. Begitu pula sebaliknya.

Translator :

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Iklan-Iklan